Jumat, 02 Desember 2016

Karakteristik Mikrokontroler

Mikrokontroler

Mikrokontroler adalah sebuah chip yang berfungsi sebagai pengontrol rangkaian elektronik dan umunya dapat menyimpan program didalamnya. Mikrokontroler umumnya terdiri dari CPU (Central Processing Unit), memori, I/O tertentu dan unit pendukung seperti Analog-to-Digital Converter (ADC) yang sudah terintegrasi di dalamnya.

Kelebihan utama dari mikrokontroler ialah tersedianya RAM dan peralatan I/O pendukung sehingga ukuran board mikrokontroler menjadi sangat ringkas. Mikrokontroler MCS51 ialah mikrokomputer CMOS 8 bit dengan 4 KB Flash PEROM (Programmable and Erasable Only Memory) yang dapat dihapus dan ditulisi sebanyak 1000 kali. Mikrokontroler ini diproduksi dengan menggunakan teknologi high density non-volatile memory. Flash PEROM on-chip tersebut memungkinkan memori program untuk diprogram ulang dalam sistem (in-system programming) atau dengan menggunakan programmer non-volatile memory konvensional. Kombinasi CPU 8 bit serba guna dan Flash PEROM, menjadikan mikrokontroler MCS51 menjadi microcomputer handal yang fleksibel.
Bentuk Fisik Mikrokontroler Keluarga MCS51 40 Pin

pengertian mikrokontroler,teori microcontroller,dasar teori mikrokontroler,aplikasi mikrokontroler,kelebihan mikrokontroler,struktur mikrokontroler,bagian mikrokontroler,mengenal mikrokontroler,perbandingan mikrokontroler,fisik mikrokontroler,karakteristik mikrokontroler,fungsi mikrokontroler,fungsi pin mikrokontroler,jumlah pin mikrokontroler,,ram mikrokontroler,definisi mikrokontroler,arsitektur mikrokontroler,pengenalan mikrokontroler,materi mikrokontroler,keunggulan mikrokontroler,mikokontroler,microcontroller,judul mikrokontroler

Arsitektur perangkat keras mikrokontroler MCS51 mempunyai 40 kaki, 32 kaki digunakan untuk keperluan 4 buah port pararel. 1 port terdiri dari 8 kaki yang dapat di hubungkan untuk interfacing ke pararel device, seperti ADC, sensor dan sebagainya, atau dapat juga digunakan secara sendiri setiap bitnya untuk interfacing single bit septerti switch, LED, dll. Karakteristik lainya dari mikrokontroler MCS51 sebagai berikut :
1. Low-power
2. 32 jalur masukan/keluaran yang dapat diprogram
3. Dua timer counter 16 bit
4. RAM 128 byte
5. Lima interrupt.

Tidak seperti sistem komputer, yang mampu menanganiberbagai macam program aplikasi (misalnya pengolah kata, pengolah angkadan lain sebagainya), mikrokontroler hanya bisa digunakan untuk suatu aplikasi tertentu saja (hanya satu program saja yang bisa disimpan). Perbedaan lainnya terletak pada perbandingan RAM dan ROM. Pada sistem komputer perbandingan RAM dan ROM-nya besar, artinya program-program pengguna disimpan dalam ruang RAM yang relatif besar, sedangkan rutin-rutin antarmuka perangkat keras disimpan dalam ruang ROM yang kecil. Sedangkan pada Mikrokontroler, perbandingan ROM dan RAM-nya yang besar, artinya program kontrol disimpan dalam ROM (bisa Masked ROM atau Flash PEROM) yang ukurannya relatif lebih besar, sedangkan RAM digunakan sebagai tempat penyimpan sementara, termasuk register-register yang digunakan pada mikrokontroler yang bersangkutan.

Kelebihan Sistem Dengan Mikrokontroler
1. Penggerak pada mikrokontoler menggunakan bahasa pemograman assembly dengan berpatokan pada kaidah digital dasar sehingga pengoperasian sistem menjadi sangat mudah dikerjakan sesuai dengan logika sistem (bahasa assembly ini mudah dimengerti karena menggunakan bahasa assembly aplikasi dimana parameter input dan output langsung bisa diakses tanpa menggunakan banyak perintah). Desain bahasa assembly ini tidak menggunakan begitu banyak syarat penulisan bahasa pemrograman seperti huruf besar dan huruf kecil untuk bahasa assembly tetap diwajarkan.

2. Mikrokontroler tersusun dalam satu chip dimana prosesor, memori, dan I/O terintegrasi menjadi satu kesatuan kontrol sistem sehingga mikrokontroler dapat dikatakan sebagai komputer mini yang dapat bekerja secara inovatif sesuai dengan kebutuhan sistem.

3. Sistem running bersifat berdiri sendiri tanpa tergantung dengan komputer sedangkan parameter komputer hanya digunakan untuk download perintah instruksi atau program. Langkah-langkah untuk download komputer dengan mikrokontroler sangat mudah digunakan karena tidak menggunakan banyak perintah.

4.   Pada mikrokontroler tersedia fasilitas tambahan untuk pengembangan memori dan I/O yang disesuaikan dengan kebutuhan sistem.


5.  Harga untuk memperoleh alat ini lebih murah dan mudah didapat.


DAFTAR RUJUKAN

http://elektronika-dasar.web.id/pengertian-dan-kelebihan-mikrokontroler/
https://sites.google.com/site/informasiterbarusekali/pengertian-mikrokontroller

LAPORAN PRAKTIKUM I PENGENALAN SISTEM OPERASI, IDE VISUAL C++, DAN ALGORITMA PEMROGRAMAN


LAPORAN PRAKTIKUM I

PENGENALAN SISTEM OPERASI, IDE VISUAL C++, DAN 
ALGORITMA PEMROGRAMAN


TUJUAN
Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa diharapkan akan mampu :
1. Mengoperasikan komputer khususnya Windows dengan baik.
2. Mengenali dan menggunakan IDE C++ dengan baik.
3. Membuat program sederhana menggunakan bahasa C++.

DASAR TEORI
Sistem Operasi atau Operating System adalah perangkat lunak yang dipasang pada PC, laptop, atau perangkat lain yang berfungsi sebagai perantara (interface) antara pengguna dan perangkat keras.
Fungsi dari sistem operasi adalah:
1. Sistem operasi mengatur kerja hardware sehingga hardware bisa dan mudah digunakan.
2. Mengatur dan mengontrol program aplikasi yang terinstall di PC.
3. Melakukan manajemen memory
4. Memproteksi PC dari malware, virus, dan ancaman lain
5. Sebagai resource manager dan resource allocator

Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis dan logis". Kata logis merupakan kata kunci dalam algoritma. Langkah-langkah dalam algoritma harus logis dan harus dapat ditentukan bernilai salah atau benar. Dalam beberapa konteks, algoritma adalah spesifikasi urutan langkah untuk melakukan pekerjaan tertentu. Pertimbangan dalam pemilihan algoritma adalah, pertama, algoritma haruslah benar.Artinya algoritma akan memberikan keluaran yang dikehendaki dari sejumlah masukan yang diberikan.


Beda Algoritma dan Program
Program adalah kumpulan pernyataan komputer, sedangkan metode dan tahapan sistematis dalam program adalah algoritma. Program ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman. Jadi bisa disebut bahwa program adalah suatu implementasi dari bahasa pemrograman.


Latihan Praktikum

Pemrograman C++
Nama Program             : Menampilkan kalimat
Bahasa Pemrograman : C++
Compiler                       : MinGW Developer Studio
Script program             :

#include <stdio.h>
int main()
{
printf ("Selamat Datang di Kelas Bahasa Pemrograman Terstruktur!\n");
}


Output Program:


Algoritma:
1.Mulai
2.Menampilkan "Selamat Datang di Kelas Bahasa Pemograman Terstruktur"
3.Selesai


Penjelasan program :
Ketika program dijalankan, program menampilkan data memakai fungsi printf. Program ini bekerja tanpa adanya proses, Cukup hanya dengan menampilkan kalimat "Selamat Datang di Kelas Bahasa Pemrograman Tertruktur" yang telah kita buat pada script program.


Kesimpulan :

Program ini bekerja untuk menampilkan kalimat yang telah dibuat pada script program sehinnga kita tidak perlu memasukan sebuah inputan seperti ketika hendak melakukan perhitungan alas atau yang lainnya


Pemrograman C++
Nama Program             : Mencari Luas Segitiga
Bahasa Pemrograman : C++
Compiler                       : MinGW Developer Studio
Script program             :

#include <iostream.h> 
int main()
{
float Alas, Tinggi, Luas_Segitiga;
cout<<"Masukan Nilai Alas Segitiga : ";
cin>>Alas;
cout<<"Masukan Nilai Tinggi Segitiga : ";
cin>>Tinggi;
Luas_Segitiga=0,5*Alas*Tinggi
cout<<"Nilai Luas Segitiga adalah : "<<Luas_Segitiga<<endl;
}

Output Program:




Algoritma:
1. Mulai
2. Input(baca "alas segitiga, tinggi segitiga)
3. Proses (0,5*alas*tinggi)
4. Output (Menampilkan luas segitiga)
5. Selesai

Penjelasan program:
Pemrograman berbasis C++ yang dapat digunakan untuk menghitung luas bangun datar Segitiga, dengan menggunakan rumus yang sama pada penghitungan manual yaitu 0,5*alas*tinggi. Dalam program ini, setelah kita input alas dan tinggi segitiga, kemudian tekan enter dan akan menghasilkan output jumlah luas segitiganya. Hasil yang ditampilkan program ini akan akurat apabila kita menuliskan script yang benar pada saat pembuatan program, jadi dengan menggunakan program penghitung luas segitiga ini akan memudahkan kita menghitung secara efektif daripada melakukan hitungan manual.

Kesimpulan:
Bahasa pemrograman C++ lebih memudahkan kita untuk melakukan perhitungan otomatis daripada manual dalam operasi penambahan atau pengurangan, termasuk mencari luas segitiga.


Tugas Rumah
Pemrograman C++

Nama Program             : Konversi Suhu Dari Celcius ke Reamur, Fahrenheit, Kelvin
Bahasa Pemrograman : C++
Compiler                       : MinGW Developer Studio
Script program             :

#include<iostream.h>
#include<conio.h>
using namespace std;

int main()
{
cout<<"\n*************************";
cout<<"\n PROGRAM KONVERSI SUHU";
cout<<"\n oleh : ";
cout<<"\n Salwatul 'Aisy PTI C ";
cout<<"\n 140533601033 ";
cout<<"\n*************************";
int C, F, R, K;
cout<<"\n masu!kn suhu dalam celcius= ";
cin>>C;

F=C*9/5+32;
R=C*4/9+32;
K=C+73;

cout<<"\n=======================";
cout<<"\n HASIL KONVERSI";
cout<<"\n=======================";
cout<<endl;
cout<<"Fahrenheit = ";
cout<<F<<endl;
cout<<"Reamur = ";
cout<<R<<endl;
cout<<"Kelvin = ";
cout<<K<<endl;
getche();
}

Output Program:




Algoritma:
1. Mulai
2. Input(baca "Celcius, Reamur, Farenhait, Kelvin)
3. Proses(Fahrenheit =C*9/5+32
reamur=C*4/9+32
kelvin=C+273)
4. Output(Menampilkan Celcius, Farenhait, Reamur, Kelvin)
5. Selesai


Penjelasan program:
Program konversi suhu berbasis C++ ini digunakan untuk mengkonversi suhu dari input Celcius kedalam bentuk Fahrenheit, Reamur, dan Kelvin.


Kesimpulan:
Program ini menggunakan header #include <iostream.h> sehingga kita gunakan cout<< (untuk menampilkan teks ke layar) dan cin>> (untuk menampilkan hasil inputan dari cout<<). Type data yang di gunakan yaitu float karena inputan adalah bilangan bulat. Program ini juga menggunakan header #include<conio.h> sehingga kita harus menyertakan script "gatche();" sebelum menutup syntax, jika script tersebut tidak ada, maka program akan error atau tidak bisa di excute.


Kesimpulan akhir:
Pada dasarnya praktikum Dasar Pemograman Komputer harus mengetahui, memahami system operasi, kegunaan dari fungsi-fungsi utama yang dimiliki oleh bahasa C secara umum, dan kegunaan flowchart yang sebagai dasar untuk membuat program. Dan membuat flowchart ada aturan yang berlaku yang sudah ditentukan, mulai dari symbol untuk terminator, process, sampai dengan end.




DAFTAR RUJUKAN

1. Tim Asisten Dosen. 2014. Modul 1 Pengenalan Sistem Operasi, Ide Visual C++, Dan Algoritma Pemrograman. Malang: Universitas Negeri Malang.
2. Sasmitha, Bagus Eka. Program Konversi Suhu Dengan C++ http://duniainformatikaku.blogspot.com/2012/06/program-konversi-suhu-dengan-c.html

Makalah Listrik Statis


 BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
Di dalam kehidupan sehari-hari kata listrik merupakan hal yang sudah tidak asing lagi. Sebagian peralatan rumah tangga banyak yang menggunakan listrik, misalnya kipas angin, magic jar, setrika, mesin cuci dan lain sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa energi listrik sudah menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari. Karena manusia terhubung dengan listrik. Oleh karena itu listrik penting untuk dipelajari.
Listrik dapat dibagi dua, yaitu listrik statis dan listrik dinamis. (Elok Sudibyp, 2008). Listrik statis mempelajari sifat kelistrikan suatu benda tanpa memperhatikan gerakan atau aliran muatan listrik. Jika sebuah benda mengalami kekurangan atau kelebihan elektron maka benda tersebut dapat dikatakan bermuatan listrik. Ada dua jenis muatan listrik, yaitu muatan positif dan muatan negatif. Jika suatu benda kekurangan elektron maka benda tersebut bermuatan positif (+), sebaliknya jika suatu benda kelebihan elektron maka benda tersebut bermuatan negatif (-). Setelah bermuatan listrik, muatan tersebut akan diam di dalam benda sehingga muatan listrik tersebut dinamakan muatan listrik statis.


1.2              Rumusan Masalah
1.      Bagaimana sifat Muatan Listrik?
2.      Apa yang dimaksud dengan Listrik Statis?
3.      Bagaimana proses terjadinya Listrik Statis?
4.      Apakah yang dimaksud dengan Medan Listrik dan Hukum Gauss?
5.      Bagaimana peranan Listrik Statis dalam kehidupan sehari-hari?

1.3              Tujuan
1.        Agar pembaca dapat memahami sifat Muatan Listrik.
2.        Agar pembaca mengetahui pengertian Listrik Statis.
3.        Agar pembaca mengetahui proses terjadinya Listrik Statis.
4.        Agar pembaca mengetahui Medan Listrik dan Hukum Gauss.
5.        Agar pembaca dapat mengetahui manfaat dan penggunaan Listrik Statis dalam kehidupan sehari-hari.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1              Muatan Listrik
Jika sebuah benda mengalami kekurangan atau kelebihan elektron maka benda tersebut dapat dikatakan bermuatan listrik. Ada dua jenis muatan listrik, yaitu muatan positif dan muatan negatif. Jika suatu benda kekurangan elektron maka benda tersebut bermuatan positif (+), sebaliknya jika suatu benda kelebihan elektron maka benda tersebut bermuatan negatif (-). Benda yang mempunyai jumlah muatan negatif sama dengan jumlah muatan positifnya disebut benda netral. Jika dua benda bermuatan listrik didekatkan maka akan terjadi interaksi sebagai berikut:
-                            muatan listrik yang sejenis maka benda akan saling tolak menolak
-                            muatan listrik yang tidak sejenis maka benda akan saling tarik menarik



Menggosok permukaan benda dengan benda lainnya dapat menghasilkan muatan listrik positif maupun negatif, misalnya:
a. Penggaris digosok berulang kali dengan kain wol, setelah itu penggaris akan bermutan listrik negatif karena muatan elektron dari kain wol berpindah ke penggaris. Sedangkan kain wol akan bermuatan positif.
b. Batang kaca yang digosok dengan kain sutera atau dengan kain wol, menghasilkan muatan listrik positif pada kaca dan muatan listrik negatif pada kain sutera atau kain wol. Karena kain sutera atau kain wol menerima muatan elektron dari batang kaca tersebut.
c. Ketika ebonit digosokkan berulang kali dengan kain wol, ebonit tersebut akan menghasilkan muatan listrik negatif karena elektron pada kain wol berpindah ke ebonit.

Setelah bermuatan listrik, muatan tersebut akan diam di dalam benda sehingga muatan listrik tersebut dinamakan muatan listrik statis.
Elektroskop adalah suatu alat yang digunakan untuk mengetahui keberadaan muatan listrik pada suatu benda.
Bagian-bagian elektroskop, yaitu terdiri dari:
1.      Kepala/Knop
2.      Batang logam/konduktor
3.      Daun logam yang dapat membuka (mekar) dan menutup (kuncup)
4.      Selubung

Induksi dapat membuat elektroskop menjadi bermuatan listrik. Dengan cara induksi tersebut akan diperoleh muatan listrik yang berbeda jenis dengan muatan lisrik benda yang digunakan untuk menginduksi.

Elektroskop yang telah bermuatan listrik dan diketahui jenis muatannya dapat digunakan untuk menentukan jenis muatan listrik suatu benda. Suatu benda yang didekatkan pada elektroskop akan berakibat pada daun logam. Jika daun lebih mekar maka benda tersebut bermuatan sejenis dengan muatan listrik elektroskop. Sebaliknya jika daun lebih kuncup berarti benda yang didekatkan bermuatan tidak sejenis dengan muatan elektroskop.

2.2              Pengertian Listrik Statis
Listrik berasal dari bahasa inggris electricity atau electric atau electrical. Listrik adalah suatu kondisi dari partikel subatomik tertentu, seperti elektron dan proton yang mengalir melalui penghantar dalam sebuah rangkaian yang menyebabkan penarikan dan penolakan gaya.
Suatu interaksi dari benda-benda yang bermuatan listrik merupakan fenomena fisika yang dinamakan listrik statis. Pada listrik statis akan dibahas mengenai muatan listrik yang berada dalam keadaan diam (statis). Gejala listrik statis pertama kali ditemukan oleh orang Yunani, yaitu ketika mereka mengamati peristiwa batu yang dapat menarik benda kecil dan ringan (Sri. S, 2012). Jika penggaris didekatkan pada potongan kertas kecil-kecil maka potongan kertas tersebut tentu akan tertarik oleh sisir plastik. Gejala kelistrikan seperti ini disebut dengan listrik statis.

2.3              Proses Terjadinya Listrik Statis
Peristiwa listrik statis dapat terjadi baik pada isolator maupun konduktor. Peristiwa listrik statis terjadi setelah adanya materi yang menjadi bermuatan karena proses gesekan (gosokan). Gesekan atau gosokan antara dua materi ini akan membuat electron dari atom materi yang satu berpindah ke atom materi yang lain, sehingga kedua materi menjadi bermuatan. Materi akan menjadi bermuatan positif jika melepaskan elektronnya, , sebaliknya jika materi tidak melepaskan elektronnya maka materi tersebut akan bermuatan negatif. Jadi, perpindahan elektron pada peristiwa listrik statis terjadi karena proses gesekan atau gosokan.
Setelah materi menjadi bermuatan listrik maka terjadilah peristiwa listrik statis, seperti penggaris plastik bermuatan menarik serpihan kertas. Penggaris plastik yang awalnya tidak bermuatan atau netral digosok-gosok dengan kain wol, elektron-elektron yang ada pada kain wol akan berpindah ke penggaris plastik tersebut. Akibatnya, penggaris plastik disebut sebagai benda yang bermuatan listrik negatif.
Ketika penggaris tersebut didekatkan ke sobekan kertas, sobekan kertas akan tertarik oleh penggaris. Hal tersebut menunjukkan bahwa benda yang bermuatan listrik negatif dapat menarik benda-benda ringan di sekitarnya yang bermuatan listrik positif.

2.4              Medan Listrik dan Hukum Gauss
Medan merupakan suatu fungsi kontinu dari posisi dalam ruang atau suatu besaran yang mempunyai harga pada tiap titik dalam ruang.
Medan Listrik merupakan daerah atau ruang di sekitar benda yang bermuatan listrik dimana, jika sebuah benda bermuatan lainnya diletakkan pada daerah itu masih mengalami gaya elektrostatis (disebut juga gaya coulomb). Gaya Coulomb di sekitar suatu muatan listrik akan membentuk medan listrik. Dalam membahas medan listrik,  digunakan pengertian kuat medan. Untuk medan gaya Coulomb, kuat medan listrik adalah vektor gaya Coulomb yang bekerja pada satu satuan muatan yang kita letakkan pada suatu titik dalam medan gaya.
Arah medan listrik dari suatu benda bermuatan listrik dapat digambarkan menggunakan garis-garis gaya listrik. Sebuah muatan positif memiliki garis gaya listrik dengan arah keluar dari muatan tersebut. Adapun, sebuah muatan negatif memiliki garis gaya listrik dengan arah masuk ke muatan tersebut. Besarnya kuat medan listrik dapat ditentukan dengan rumus:
Keterangan:
E = Kuat medan listrik (N/C)
F = Gaya Coulomb (N)
Q = Muatan listrik (C)
r  = jarak titik dari muatan listrik (m)

Medan listrik digambarkan dengan garis garis gaya listrik.

Gaya listrik memiliki beberapa sifat, yaitu:
a.    Garis gaya listrik berasal dari muatan listrik dan menuju muatan negatif
b.    Garis gaya listrik tidak pernah berpotongan
c.    Semakin rapat garis gaya listrik, semakin kuat medan listriknya

Hukum Gauss menyatakan: jumlah seluruh garis medan listrik yang menembus suatu permukaan tertutup sebanding dengan jumlah muatan listrik yang dilingkupi oleh permukaan tertutup itu. Secara matematis hukum Gauss ditulis dengan persamaan berikut:

Keterangan:
Φ = Fluks Listrik (Weber)
q = Muatan Listrik (Coloumb)
ɛ0 = Permitivitas ruang hampa = 8,85 x 10-12 c2 N2 m2

2.5              Peranan Listrik Statis dalam Kehidupan Sehari-hari
Gejala listrik statis dimanfaatkan dalam aplikasi sebagai berikut.
1.    Penangkal Petir
Sebelum terdengar petir tentu kita lihat kilat. Kilat adalah cahaya yang timbul karena gerak elektron yang bergesekan dengan udara. Akibatnya, udara yang dilalui kilat terbelah dan memuai dengan cepat sehingga dapat menghasilkan suara yang menggelegar, yang disebut petir. Cara kerja penangkal petir adalah sebagai berikut:
a.   Jika di sekitar penangkal penangkal petir terdapat awan bermuatan negative, batang logam penangkal petir mengalami induksi sehingga bermuatan positif (muatan hasil induksi berlawanan dengan muatan benda yang menginduksi).
b.   Jika petir menyambar batang logam, muatan negative petir berpindah ke batang
      logam dan diteruskan kebumi melalui kabel penangkal petir.
c.   Bersamaan itu, muatan positif logam meloncat keawan petir sehingga menjadi
      netral.
2.    Generator Van de Graff

Generator Van de Graff menggunakan prinsip listrik statis yang mampu menghasilkan tegangan sangat tinggi, yakni sekitar 20.000.000 volt, dengan gesekan yang ditimbulkan karet dapat menggerakkan generator.
3. Cat semprot
Agar mobil dapat dicat dengan rata, maka badan mobil diberi muatan listrik yang berbeda dengan muatan listrik pada cat. Dengan demikian cat dapat menempel kuat dan merata pada mobil.
4. Alat penggumpal asap
Untuk menanggulangi polusi udara dari cerobong asap pabrik, seorang ahli kimia Amerika yang bernamaFrederick Gardner Cottrel membuat alat penggumpal asap yang terdiri dari dua logam yang memiliki muatan yang berlawanan sehingga partikel-partikel asap terinduksi dan terjadi gaya tarik menarik antara partikel sehingga massa partikel bertambah besar dan membentuk gumpalan hitam yang mudah dibersihkan.
5. Mesin fotokopi
Mesin fotokopi pertama yang dipasarkan adalah Xerox Corporation pada tahun 1959 dengan memanfaatkan prinsip muatan induksi serta gaya Coulomb. Bagian utama mesin fotokopi adalah pelat foto konduktif yang dalam keadaan gelap tidak menghantar listrik. Pelat baru aktif jika dikenai cahaya.


BAB III
PENUTUP

3.1              KESIMPULAN
Dari makalah pembahasan listrik statis dapat ditarik kesimpulan, yaitu:
a.         Listrik adalah suatu kondisi dari partikel subatomik tertentu, seperti elektron dan proton yang mengalir melalui penghantar dalam sebuah rangkaian yang menyebabkan penarikan dan penolakan gaya.
b.         Benda yang mempunyai jumlah muatan negatif sama dengan jumlah muatan positifnya disebut benda netral. Jika dua benda bermuatan listrik didekatkan maka akan terjadi interaksi yaitu muatan listrik yang sejenis maka benda akan saling tolak menolak, sedangkan muatan listrik yang tidak sejenis maka benda akan saling tarik menarik.
c.         Suatu alat yang digunakan untuk mengetahui keberadaan muatan listrik pada suatu benda yaitu elektroskop.



Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
3.2              SARAN
            Sehubungan dengan bahasan makalah ini, kami mengharapkan kritik dan saran para pembaca yang bersifat membangun demi kesempurnan makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Kepada rekan-rekan mahasiswa agar lebih meningkatkan, menggali dan mengkaji lebih dalam tentang bagaimana listrik statis.


DAFTAR PUSTAKA

Sucipto, Erwin. 1988. Fisika (Jilid 2). Jakarta Pusat:Erlangga.
Fahamsyah, Sandy. 2015. Buku Pintar Fisika SMA/MA. Jakarta:Tim Redaksi Bintang Wahyu
Kamaludin, Agus. 2014. Cara Cespleng Pintar Fisika SMP Kelas 7,8,9. Yogyakarta:Andi
Barus, PK. 1997. Fisika 2 Untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Kelas 2. Jakarta:Balai Pustaka
Kertiasih, Ni Ketut. "Pengembangan CD Interaktif Listrik Statis dan Listrik Dinamis Sebagai Media Dalam Proses Pembelajaran di Sekolah." APTEKINDO 6.1 (2012).